Biaya hidup sebagai mahasiswa di Swedia
|
|
| Gambar diambil dari sini |
Berdasarkan aturan dari imigrasi (Migrationsverket), setiap pelajar yang diterima untuk kuliah dan mengajukan ijin tinggal (resident permit) di swedia diwajibkan untuk menunjukan dana minimum 7300 SEK/bulan di tabungan pribadinya untuk selama masa tinggal, dimana 1 tahun dihitung 10 bulan, yang merupakan estimasi standar minimal biaya hidup sebagai mahasiswa menurut pemerintah. Sehingga untuk masa pendidikan program S2 yang umumnya 2 tahun, maka jumlah yang harus ditunjukan saat mengajukan aplikasi resident permit adalah 7.300 SEK * 10 * 2 = 146.000 SEK, dengan kurensi saat tulisan ini dibuat berkisar sekitar 193 juta IDR. Catatan:
- Jika didukung beasiswa, maka aplikan cukup menunjukan bukti penerimaan beasiswa.
- Biaya diatas tidak termasuk tuition fee yang sudah diberlakukan sejak tahun 2011 untuk non-EU student yang menempuh pendidikan bachelor - master.
Detail mengenai resident permit disini dan disini
Namun, pada kenyataan yang saya alami, komposisi dan jumlah tersebut sangatlah tergantung pada:
1. Akomodasi,
2. Makanan,
3. Gaya hidup (party-lover? shoopaholic? travelholic?, etc)
dan menurut pengalaman saya masih dapat disesuaikan (baca: ditekan) lagi. Beberapa tips yang -beberapanya- saya gunakan untuk menekan biaya hidup ini seperti:
# Where to shop
Berbelanja kebutuhan sehari-hari di supermarket yang menjual barang-barang sedikit lebih murah, seperti Lidl, Willys, piXtra, Oob, toko asia seperti kistagrossen di Kista untuk membeli bumbu / rempah, pasar Hötorget untuk membeli buah dan sayur segar, Boutique Eden yang menjual sabun / shampo / deterjen murah, dll.
# Become your own Chef
Sering masak makanan sendiri dan meminimalisir makan / jajan diluar. Yang satu ini strategi utama yang saya gunakan untuk menekan biaya hidup, selain juga alasan lidah asia yang tidak begitu kerasan makan makanan barat, terutama makanan swedia yang cenderung datar / hambar di lidah. Nah, implementasi strategi ini memang sedikit butuh rencana dan kesabaran, apalagi disela-sela tugas dan exam yang menumpuk, karena untuk hal ini butuh at least 1-2 jam. Sehingga, saya terbiasa memasak untuk porsi banyak, dan bisa dipanaskan nantinya. Untuk yang tidak terbiasa masak ketika di indonesia, ini bisa jadi salah satu kesempatan untuk berlatih sekaligus menajamkan inovasi, website masak ngikutin gambar dan stock bumbu siap saji dari indonesia akan banyak membantu!
Membawa makanan sendiri dari rumah juga bisa dipanaskan di dapur kampus, seperti contoh beberapa gedung dan student union building di kampus KTH punya dapur yang ada microvawe (bahkan kadang piring dan sendok). Atau kalaupun harus membeli makan diluar, bisa membeli di kantin / restauran kampus (di kampus IT Kista, lebih murah membeli kupon makan sekali banyak, dibanding membayar untuk 1 kali makan), atau di restaurant yang menawarkan buffet atau special lunch price, atau membeli frozen meal (pizza, sallad, sandwich) dan dipanaskan di microwave kampus. Sebagai informasi, biasanya harga makan siang jauh lebih murah dari makan malam (50-60 SEK vs. 90 – 150 SEK)
# Book
Usahakan untuk meminjam buku di bibliothek (perpustakaan), ketimbang membeli buku baru, karena harga buku cukup mahal di swedia (terutama untuk kantong mahasiswa asal Indonesia macam saya :p). Untuk yang satu ini, perlu kesigapan tersendiri, karena tentu banyak mahasiswa lain yang juga ingin meminjam buku literature yang sama dari perpustakaan kampus.
Salah satunya taktik yang bisa dipakai adalah dengan datang lebih pagi atau meminjam di perpustakaan kota, atau membaca informasi daftar literature sebelum kelas dimulai, dan mulai meminjam buku sebelum dosen mengumumkan secara resmi buku pegangan di kelas (biasanya di sesi pertama). Terkadang di perpustakaan juga ada fasilitas booking buku, yang tentu sangat bermanfaat untuk digunakan. Atau cara lain adalah membeli buku bekas (pembahasan dibawah).
# Bicycle
Sama seperti buku, bisa disiati dengan membeli sepeda bekas (pembahasan dibawah). Seorang kawan juga pernah bercerita, ia dapat sepeda bekas cuma-cuma saat ada program pembersihan garasi disalah-satu student housing / apartement. Biasanya satu-kali per semester, pihak pengelola apartement akan melakukan pembersihan dan meminta penyewa apartemen untuk mengungsikan sepeda mereka (march-april untuk SSSB student housing), dan jika hingga waktu ditentukan sepeda masih di garasi tersebut (tidak ada yang meng-klaim), akan dijual murah / diberikan pada yang mengantri dan siap untuk mengambil alih.
# Second hand ("Begagnad") and Give Away
Peralatan start up, semacam kitchen stuff (alat masak, piring, dll), room / study stuff (lampu, furniture, carpet, dll) atau bahkan beberapa pakaian (jaket, boot, dll) bisa disiasati dengan membeli di toko yang menjual barang bekas layak pakai (exp: Minorna) atau di Loppmarknaden / pasar bekas, seperti pasar pagi Hötorget atau di depan toko IKEA Kungens Kurva yang biasanya buka setiap sabtu/minggu pagi, atau di Hantverkargatan yang menjual sepeda bekas). Alternative lain adalah membeli dari website yang menjual barang bekas / murah, seperti di website lokal www.blocket.se (untuk sepeda "cyklar"), atau amazon, ebay, dll Cek juga biaya kirim, dll. Yang biasa ditemui, orang swedia sangat jujur dalam menjual barang, dalam arti kata jika ada cacat akan disampaikan diawal. Bahkan -semua- toko di swedia menerima barang yang sudah dibeli, walaupun dengan alasan "ga cocok" atau bahkan "ga jadi" :p
Cara lain adalah membeli dari sesama mahasiswa (yang biasanya menjual buku dari mata kuliah yang ia sudah selesai ikuti). Nah untuk yang satu ini juga perlu kesigapan dan telaten membaca iklan yang biasanya dicantumkan di papan buletin kampus, di situs komunitas mahasiswa (di Stockholm seperti di www.lappis.org untuk segala macam iklan, www.kthbok.com untuk buku bekas). Karena, biasanya banyak mahasiswa yang mulai menjual barang-barang mereka ketika akhir semester (umumnya mahasiwa exchange yang selesai program exchange-nya, atau yang sudah / akan lulus atau akan pindah apartment). Atau situs free cycle (http://groups.yahoo.com/group/FreecycleStockholm/ atau http://groups.freecycle.org/FreecycleStockholm/) atau bahkan di letakan di pojok lorong (seperti contoh yang satu ini), mengingat sering ada saja orang-orang yang ingin memberikan barang-barang meraka yang tidak terpakai
# Discount and Auction
Sangat perlu untuk mendayagunakan kesempatan kartu mahasiswa / student union, auction (lelang) atau bahkan last minute price untuk mendapat harga lebih murah, seperti untuk membeli tiket transportasi local (exp: Stockholm localtrafic / SL), tiket kereta / SJ atau bus antar kota di www.tradera.com (selain tentu saja mem-booking tiket jauh-jauh hari), buku juga bisa dibeli di toko yang menyediakan harga khusus untuk mahasiswa (di KTH seperti THS Kårbokhandel / toko bukunya student union), dll.
Strategi lain adalah menunggu waktu REA (discount), yang biasanya saat pergantian musim, dimana banyak toko-toko mulai menjual barang-barangnya untuk diganti dengan stock untuk musim baru. Atau membeli barang setelah natal, dimana sudah menjadi tradisi ada discount besar-besaran di seluruh toko swedia di menjelang akhir tahun (SLUT REA) dan banyak juga yang menjual barang-barang yang masih baru, seperti hadiah natal yang tidak terpakai.
Berikut kisaran harga untuk beberapa kebutuhan (sehari-hari dan start up) yang saya alami selama hidup di Stockholm:
http://www.infra.kth.se/sp/upd/uploadedfiles/File/Guide%20for%20the%20newly%20arrived.pdf
Mengenai Penulis
Penulis adalah Mahasiswi KTH di Stockholm
- Jenis Artikel:
- Topic:
- Negara:
- Kota:
- Add new comment
- 867 reads
-










