Website Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Swedia adalah wadah jaringan informasi untuk semua pelajar Indonesia yang sedang, akan, dan pernah menimba ilmu di Swedia.

Find Us in Facebook and Twitter

PPI Stockholm Berfoto bersama di depan Royal Institute of Technology dalam rangka hari Batik sedunia Teman teman dari PPI Denmark datang ke Swedia untuk mengadakan 'jam session' bersama PPI Swedia pada tahun baru Teman teman dari PPI Lund-Malmo Workshop Photography yang di selenggarakan oleh PPI Stockholm. Foto Ini diambil pada hari pertama workshop  

Workshop Photography yang di selenggarakan oleh PPI Stockholm. Foto Ini diambil pada hari kedua workshop

  Winter Gathering PPI Swedia tahun 2011. Acara pembahasan AD / ART di atas laut Baltik menuju Riga-Latvia Perwakilan PPI Wilayah Swedia di Riga - Latvia dalam rangka Winter Gathering PPI Swedia. Acara Silahturahmi tahunan PPI Swedia dan acara Pembahasan AD /ART PPI Swedia Teman teman PPI Swedia di Jonkoping ikut berpartisipasi dalam acara International Day di Universitas Jonkoping. Foto bersama staff KBRI PPI Linkoping dan PPI Norrkoping berpartisipasi dalam acara International day di universitas Linkoping Silahturahmi dengan PPI Finland di Helsinski Sahabat Sahabat PPI Stockholm dengan Baju Traditional Indonesia dalam acara Pasar Malam yang diselenggarakan oleh Swedish Indonesian Society (SIS). Foto kiri: Tomoki (Jepang) dan Ana. Foto Kanan : Ash (India), Mba Anik (SIS), Charlie (PPI Stockholm)  

Sahabat Sahabat PPI Stockholm dengan Baju Traditional Indonesia dalam acara Pasar Malam yang diselenggarakan oleh Swedish Indonesian Society (SIS). Foto kiri: Vanessa (Australia) dan Ericsson (PPI). Foto Tengah : Alejandra dan Rizal (PPI). Foto Kanan: Lintang (PPI) dan Claudia

  Sahabat Sahabat PPI Stockholm dengan Baju Traditional Indonesia dalam acara Pasar Malam yang diselenggarakan oleh Swedish Indonesian Society (SIS). Foto kiri: Kinga (Hungaria) dan Natanael (PPI). Foto Tengah : Sari (PPI) dan Arief (PPI). Foto Kanan: Katja (Germany) dan Uki (PPI)

Bagaimana saya bisa mengirim barang dari Swedia ke Indonesia?

1. Swedia - Indonesia (langsung)

(Sumber: Mbak Eny Anggraini Buchary)

Untuk temans yg mau pulang kampung ke Indonesia dan butuh jasa pengiriman barang pribadi (personal effects) lewat laut (seafreight) bisa menempuh jalur sbb:

(1) Dari pintu rumah teman di Swedia ke Tanjung Priok, bisa menggunakan jasa dari Molineux AB (Jan Sillén; E-mail:jan@molineux.se; website: http://www.molineux.se/eng/index.html); dan

(2) Dari pelabuhan Tanjung Priok ke pintu rumah anda di Jakarta atau kota lainnya di Indonesia, bisa menggunakan jasa dari PT. Quantum Indonesia Translogistic (Budiawan Hutasoit; Email:hutasoit@quantumindonesia.com; website:http://quantumindonesia.com/)

Saya menggunakan jasa kedua perusahaan shipping agencies tersebut pada saat saya pindahan dari Jakarta ke Stockholm tahun lalu, door-to-door; dan saya puas dengan pelayanan keduanya. Barang yg saya kirim semuanya personal effects (terutama buku2) sejumlah 1.758 CBM, tapi saya kena minimum charge 2 CBM. Barang tiba sesuai jadwal sekitar 1 bulanan, dan tidak ada yg rusak atau pun hilang (kebetulan saya juga bayar marine cargo insurance, just in case). Diangkut dari rumah di Jakarta tgl 12 Oktober 2012, dan tiba di apartemen saya di Täby tgl 28 November 2012. Total harga yg saya bayar pun reasonable, dan saya tidak hrs pusing ngurus prikitilan di Tanjung Priok.

Belajar dari Sistem Nomor Identitas Tunggal di Swedia

Foto: Setio Pramono      

Oleh: Auriza Salim Akbar - Stockholm
 
Pernahkah pembaca merasa kalau kita sering sekali mengisi formulir data diri di Indonesia? Ketika akan membuat kartu tanda penduduk (KTP), paspor, mengajukan kredit kendaraan, mendaftar sebagai pasien rumah sakit, membuat akun bank, bahkan sampai ke mendaftar kartu perpustakaan. Hal ini disebabkan karena masing-masing institusi tersebut memiliki basis data sendiri-sendiri yang tidak saling terkoneksi. Masalah akan timbul ketika kita pindah domisili, kita harus mengurus surat pindah di RT, melapor ke bank, ke rumah sakit, ke kepolisian, dan lain sebagainya. Biasanya karena terlalu repot, kita baru memperbaharui informasi tersebut ketika melakukan perpanjangan kartu. Jika KTP kita habis masa berlakunya empat tahun lagi, maka selama empat tahun informasi identitas kependudukan kita akan salah. Seandainya ada basis data yang tersentralisasi tentunya hal semacam ini dapat dihindari.
 
Adapun di Swedia, ketika kita pindah domisili tempat tinggal atau perlu mengubah data-data kependudukan lainnya, kita hanya perlu melaporkan pada satu tempat saja, yaitu kantor pajak. Dalam kasus lain, jika ingin mengambil resep obat dari dokter, kita tidak perlu membawa-bawa kertas resep dari dokter, kita tinggal menyebutkan nomer penduduk (personnumer) kita, lalu sang apoteker akan dapat melihat seluruh riwayat kesehatan kita termasuk resep obat yang kita ingin ambil, hal ini bermanfaat untuk mencegah diberikannya obat yang salah kepada pasien. Atau ketika kita ingin mengajukan pinjaman uang kepada bank, dengan menyebutkan nomer penduduk kita, bank dapat mengetahui semua riwayat keuangan kita untuk menentukan apakah akan mengabulkan permohonan pinjaman kita atau tidak.
 
Hal ini terungkap dalam diskusi berjudul “Single Identification Number in Sweden, Its Impact on Social Life and Research” yang digelar oleh PPI Swedia bersama dengan Svensk Indonesiska Society (SIS) pada tanggal 22 September 2013 di Stockholm. Diskusi ini menghadirkan pembicara Janto Marzuki, WNI yang sudah tinggal selama 41 tahun di Swedia dan Profesor Marie Reily, peneliti asal Irlandia yang bekerja di Karolinska Institute, Stockholm. Topik sentral dalam diskusi ini mengangkat kegunaan personnumer di Swedia, yang dapat dibandingkan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di Indonesia. 

Agenda Diskusi PPI Swedia | 22 September 2013