Reply to comment
Summer Gathering 2010

Menyambut hangatnya sinar matahari musim panas, PPI Swedia kembali mengadakan acara kumpul-kumpul dengan tujuan mempererat silaturahmi antar mahasiswa Indonesia. Summer Gathering PPI Swedia 2010 (SG 2010) kali ini diadakan pada tanggal 11-12 Juni di belahan selatan Swedia, Skåne Province, tepatnya di kota Lund dan Malmö. Lund merupakan salah satu kota dengan universitas tertua di Swedia (Lund University) dan memiliki populasi 90.000 jiwa yang 30%-nya adalah mahasiswa. Sementara Malmö, kota tetangga yang berjarak hanya 30 menit dari Lund dikenal sebagai kota multikultural sekaligus kota terbesar ke-3 di Swedia setelah Stockholm dan Göteborg. Di kota Malmö terdapat Malmö University dan World Maritime University (WMU).
Dimotori oleh Rafika Ida Mutia, yang juga merupakan koordinator PPI Swedia wilayah Lund-Malmö, dibentuklah panitia kecil beranggotakan beberapa mahasiswa yang berada di Lund-Malmo, mereka antara lain: Aditya Pramana, Patricia Yocie, Devina Pramestuti, Edwin Tintin dan Iben Yuzenho. Di tengah kesibukan panitia yang umumnya tengah menyelesaikan final tesis, sidang maupun ujian semester, dan jumlah akhir konfirmasi peserta SG yang relatif kecil menjadikan persiapan SG 2010 tergolong sederhana. Dalam kesederhanaan dan dingin yang ternyata masih membelit mentari musim panas inilah semangat keceriaan mewarnai SG 2010.
Awan mendung sempat menggelayut dan angin laut yang berhembus dari selat Öresund yang memisahkan Swedia dan Denmark menghadirkan kehangatan tersendiri bagi acara SG 2010 yang diawali dengan barbeque bersama di Sibbarp Camping Site, Malmö, tempat peserta SG 2010 menginap. Setelah semua peserta tiba dari berbagai kota, acara SG 2010 pun dibuka oleh Koordinator PPI Swedia, Ibrahim Kholilul Rohman yang akrab dipanggil Ibra. Setelah perkenalan singkat oleh semua peserta, Ibra membuka diskusi tentang PPI Swedia (latar belakang, visi ke depan, harapan). Antusiasme peserta SG 2010 cukup baik, terlihat dari beberapa masukan yang diberikan untuk memperkuat aktivitas PPI Swedia, antara lain lebih melibatkan anggota PPI Swedia dalam menulis artikel di website PPI Swedia, mempromosikan budaya Indonesia di Swedia, maupun mengadakan acara-acara serupa SG untuk mempererat hubungan para mahasiswa Indonesia di Swedia. Bahkan beberapa beberapa partisan PPI Swedia di Lund-Malmö,yang turut menghadiri dan mendukung kegiatan ini turut pula memberikan pendapat dan masukannya, antara lain hadir mas Pradit yang bekerja di Tetra Pak dan mas Basuki yang bekerja di Sony Ericsson beserta istrinya, mbak Dina dan buah hati mereka si kecil Rayan yang menjadi bintang tamu SG 2010 malam itu.

Hari kedua SG 2010 diawali aktivitas pagi mengelilingi camping site Sibbarp dengan latar belakang the famous Öresund bridge yang menjadi jantung penghubung dua kota: Malmö (Swedia) dan Copenhagen (Denmark). Setelah puas bercengkrama dan berfoto di sana, acara dilanjutkan dengan sightseeing ke pusat kota Malmo diawali dari Turning Torso, menara perkantoran yang menjadi landmark utama kota Malmö. Acara dilanjutkan dengan mengunjungi West Harbor, dimana para peserta antusias berpose di depan kamera, dan main shopping street di Malmö. Siang harinya, SG 2010 dilanjutkan di kota Lund, dibuka dengan makan siang bersama di kediaman mas Basuki dan mbak Dina. Berbeda dengan Malmo yang cenderung modern, Lund yang tua dan unik tak kalah menarik minat para peserta. Tercatat beberapa bangunan tua dan tempat yang dikunjungi antara lain: Domkyrkan, Rådhuset, Lund Universitet Main Building, Akademiska Föreningan dan rumah-rumah unik di sepanjang Adelgatan. Setelah puas mengelilingi dan mengabadikan keindahan kota Lund, acara jalan-jalan di Lund pun diakhiri dengan acara permainan tradisional Indonesia, Gobak Sodor yang digelar di atas lapangan rumput terbuka di Lund Botanical Garden. Meskipun cukup menyenangkan, namun seperti komentar beberapa peserta, ternyata Gobak Sodor sangat menguras tenaga untuk dimainkan oleh mereka yang berusia 20 tahun ke atas; setelah bermain 2 ronde, para peserta menyerah karena kelelahan. Setelah lelah bermain, para peserta kembali ke kediaman mas Basuki dan mbak Dina untuk beristirahat sembari makan malam dan nonton bareng pertandingan Piala Dunia antara dua negara adidaya Amerika dan Inggris. Di sela-sela pertandingan, acara SG 2010 pun ditutup oleh Ibra, karena beberapa peserta harus segera bertolak menuju kota asal masing-masing. Keesokan harinya beberapa peserta yang tersisa dengan semangat melanjutkan acara jalan-jalan ke ibukota Denmark, Copenhagen.

Matahari masih malu-malu bersinar meskipun bulan Juni telah datang, dalam suasana summer yang khas Swedia dan Scandinavia inilah SG 2010 diawali dan berakhir. Namun kesederhanaan dan kehangatan yang meliputi kegiatan SG menjadi semangat tersendiri yang mengalahkan dinginnya awal musim panas di Lund-Malmo. Semangat serupa inilah yang diharapkan dapat menjadikan PPI Swedia lebih solid, eksis dan menjadi organisasi yang mampu memayungi dan mengayomi para calon pemimpin bangsa yang menuntut ilmu di negeri Pippi Longstocking, Swedia.
*ditulis oleh Patricia Yocie, Rafika Ida Mutia dan Iben Yuzenho
*gambar oleh Erwin Adi Hartono
- Add new comment
- 2051 reads
-










