PPI Stockholm Berfoto bersama di depan Royal Institute of Technology dalam rangka hari Batik sedunia Teman teman dari PPI Denmark datang ke Swedia untuk mengadakan 'jam session' bersama PPI Swedia pada tahun baru Teman teman dari PPI Lund-Malmo Workshop Photography yang di selenggarakan oleh PPI Stockholm. Foto Ini diambil pada hari pertama workshop  

Workshop Photography yang di selenggarakan oleh PPI Stockholm. Foto Ini diambil pada hari kedua workshop

  Winter Gathering PPI Swedia tahun 2011. Acara pembahasan AD / ART di atas laut Baltik menuju Riga-Latvia Perwakilan PPI Wilayah Swedia di Riga - Latvia dalam rangka Winter Gathering PPI Swedia. Acara Silahturahmi tahunan PPI Swedia dan acara Pembahasan AD /ART PPI Swedia Teman teman PPI Swedia di Jonkoping ikut berpartisipasi dalam acara International Day di Universitas Jonkoping. Foto bersama staff KBRI PPI Linkoping dan PPI Norrkoping berpartisipasi dalam acara International day di universitas Linkoping Silahturahmi dengan PPI Finland di Helsinski Sahabat Sahabat PPI Stockholm dengan Baju Traditional Indonesia dalam acara Pasar Malam yang diselenggarakan oleh Swedish Indonesian Society (SIS). Foto kiri: Tomoki (Jepang) dan Ana. Foto Kanan : Ash (India), Mba Anik (SIS), Charlie (PPI Stockholm)  

Sahabat Sahabat PPI Stockholm dengan Baju Traditional Indonesia dalam acara Pasar Malam yang diselenggarakan oleh Swedish Indonesian Society (SIS). Foto kiri: Vanessa (Australia) dan Ericsson (PPI). Foto Tengah : Alejandra dan Rizal (PPI). Foto Kanan: Lintang (PPI) dan Claudia

  Sahabat Sahabat PPI Stockholm dengan Baju Traditional Indonesia dalam acara Pasar Malam yang diselenggarakan oleh Swedish Indonesian Society (SIS). Foto kiri: Kinga (Hungaria) dan Natanael (PPI). Foto Tengah : Sari (PPI) dan Arief (PPI). Foto Kanan: Katja (Germany) dan Uki (PPI)

Ada Nusantara di Hammarkullen 2010.

Printer-friendly version
Your rating: None Average: 5 (4 votes)

"För oss är Hammarkulle-karnevalen ett fantastiskt integrationsprojekt, ett möte mellan människor från olika kulturer.”
“Bagi kami, Karnaval Hammarkullen adalah projek integrasi yang fantastis, mempertemukan banyak orang dari beragam kebudayaan.”  
Thomas Crusner, Göteborg Posten
Pada tanggal 28-29 Mei 2010 Gothenburg kembali mengadakan Karnaval Hammarkullen. Karnaval ini merupakan tradisi tahunan di Gothenburg yang berlangsung sejak tahun 1974. Sejak saat itu karnaval ini terus tumbuh dan berkembang menjadi festival multikultural. Hammarkullen mengambil namanya dari lokasi acaranya dan telah menjadi kebanggaan bagi penghuninya.
Kemeriahan Hammarkullen terletak pada empat hal; Parade Amerika Latin yang "khas" mengitari area Hammarkullen dan menarik perhatian banyak orang; Permainan khas pasar malam seperti gambar dibawah; Gerai  makanan, produk lintas budaya hingga gerai organisasi politik pun hadir disini; dan terakhir pementasan budaya mancanegara di Stora scenen (Panggung besar).

Pementasan budaya di Stora scenen berlangsung selama dua hari. Beberapa penampil di Stora scenen ini antara lain; Los Andes (Tarian Cile), tarian dari Kamerunska Foregningen, Asur dengan tarian Assyiria, Sulaimaniah art folk grup dengan tarian Kurdi, tarian samba dari Los Copihues, serta tidak ketinggalan dari Indonesia.

Indonesiska Kulturföreningen dan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Swedia kota Gothenburg berkolaborasi dalam mementaskan tarian medley dari Sabang sampai Merauke. Pementasan tari ini berlangsung pada hari sabtu, 29 Mei 2010. Tarian yang dikoreografi oleh Riana Garniati dan soundmixing oleh Roni Irnawan ini mendapat sambutan yang meriah oleh seluruh penonton. Adapun tarian yang berdurasi 7 menit tersebut berisikan lagu “Sigulempong,””Sik si batumanikam,”“Ampar-ampar pisang,””Janger,” ”Tak tong tong,”“Kicir-kicir,””Cingcakeling,””Jaranan,””Yamko rambe yamko.”
 “Melalui variasi lagu ini, kami berusaha merepresentasikan beragam kebudayaan Indonesia,” Ungkap Kurnia Wijayanti salah satu penari yang akrab disapa sebagai “Ibukota”.
Ia menari bersama 8 orang lain yaitu Mufti Azis, Ibrahim Kholilul, Riana Garniati, Roni Irnawan, Ricky Ramdani, Riani Ayu, Fiametta Ayu, dan Gde Pandhe.
“Ini adalah penampilan ketiga saya di Hammarkullen, dan semoga kita bisa terus berpartisipasi disini.” Tambah Ricky, sembari garuk-garuk kepala.
Selain itu segenap dukungan dari Indonesiska Kulturföreningen yang digawangi Wawa Förssen dan Sophia Widlund membuat proses persiapan menjadi lebih menyenangkan. “Sudah bertahun-tahun warga dan mahasiswa mempunyai hubungan erat dan selalu mempromosikan Indonesia disini.” Jelas Wawa.
Setelah menari rombongan Indonesia pun menyerbu apartemen Umo yang dekat dengan lokasi karnaval untuk menyantap sate. Sommar grillen ala Indonesia. What a Day.
 
Info lebih lengkap lihat www.hammarkullekarnavalen.se. 
=====================================
Photo Courtesy of Erwin Adi Hartono, Monica Yanuardani dan Susetyo Priyojati

Comments

ih keren abis

ih keren abis ye...
INDONESIA....
ai lop yu puuuuuuuulllll....