Ada Nusantara di Hammarkullen 2010.

"För oss är Hammarkulle-karnevalen ett fantastiskt integrationsprojekt, ett möte mellan människor från olika kulturer.”
“Bagi kami, Karnaval Hammarkullen adalah projek integrasi yang fantastis, mempertemukan banyak orang dari beragam kebudayaan.”
Thomas Crusner, Göteborg Posten
Thomas Crusner, Göteborg Posten
Pada tanggal 28-29 Mei 2010 Gothenburg kembali mengadakan Karnaval Hammarkullen. Karnaval ini merupakan tradisi tahunan di Gothenburg yang berlangsung sejak tahun 1974. Sejak saat itu karnaval ini terus tumbuh dan berkembang menjadi festival multikultural. Hammarkullen mengambil namanya dari lokasi acaranya dan telah menjadi kebanggaan bagi penghuninya.

Kemeriahan Hammarkullen terletak pada empat hal; Parade Amerika Latin yang "khas" mengitari area Hammarkullen dan menarik perhatian banyak orang; Permainan khas pasar malam seperti gambar dibawah; Gerai makanan, produk lintas budaya hingga gerai organisasi politik pun hadir disini; dan terakhir pementasan budaya mancanegara di Stora scenen (Panggung besar).

Pementasan budaya di Stora scenen berlangsung selama dua hari. Beberapa penampil di Stora scenen ini antara lain; Los Andes (Tarian Cile), tarian dari Kamerunska Foregningen, Asur dengan tarian Assyiria, Sulaimaniah art folk grup dengan tarian Kurdi, tarian samba dari Los Copihues, serta tidak ketinggalan dari Indonesia.
Indonesiska Kulturföreningen dan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Swedia kota Gothenburg berkolaborasi dalam mementaskan tarian medley dari Sabang sampai Merauke. Pementasan tari ini berlangsung pada hari sabtu, 29 Mei 2010. Tarian yang dikoreografi oleh Riana Garniati dan soundmixing oleh Roni Irnawan ini mendapat sambutan yang meriah oleh seluruh penonton. Adapun tarian yang berdurasi 7 menit tersebut berisikan lagu “Sigulempong,””Sik si batumanikam,”“Ampar-ampar pisang,””Janger,” ”Tak tong tong,”“Kicir-kicir,””Cingcakeling,””Jaranan,””Yamko rambe yamko.”
“Melalui variasi lagu ini, kami berusaha merepresentasikan beragam kebudayaan Indonesia,” Ungkap Kurnia Wijayanti salah satu penari yang akrab disapa sebagai “Ibukota”.
Ia menari bersama 8 orang lain yaitu Mufti Azis, Ibrahim Kholilul, Riana Garniati, Roni Irnawan, Ricky Ramdani, Riani Ayu, Fiametta Ayu, dan Gde Pandhe.

“Ini adalah penampilan ketiga saya di Hammarkullen, dan semoga kita bisa terus berpartisipasi disini.” Tambah Ricky, sembari garuk-garuk kepala.
Selain itu segenap dukungan dari Indonesiska Kulturföreningen yang digawangi Wawa Förssen dan Sophia Widlund membuat proses persiapan menjadi lebih menyenangkan. “Sudah bertahun-tahun warga dan mahasiswa mempunyai hubungan erat dan selalu mempromosikan Indonesia disini.” Jelas Wawa.
Setelah menari rombongan Indonesia pun menyerbu apartemen Umo yang dekat dengan lokasi karnaval untuk menyantap sate. Sommar grillen ala Indonesia. What a Day.

Info lebih lengkap lihat www.hammarkullekarnavalen.se.
=====================================
Photo Courtesy of Erwin Adi Hartono, Monica Yanuardani dan Susetyo Priyojati
- Jenis Artikel:
- Topic:
- Negara:
- Kota:
- Add new comment
- 1020 reads
-











Comments
ih keren abis
ih keren abis ye...
INDONESIA....
ai lop yu puuuuuuuulllll....